Popular Post

Popular Posts

Posted by : Unknown






       “Saya benci Ayah…saya benci…kenapa semasa di hidup tak pernah tinggal denganku…” ucapan ini pernah saya katakan dulu saat masih kecil sambil menangis dan tak mengakui ayah saya di dalam hati, dan ini seringkali terjadi . “Sabar nak…bagaimanapun juga Ia adalah ayahmu.” ini perkataan adik ayahku yang sekarang menjadi orang tuaku, sambil memelukku kala saya menangis sesaat “Coba saja Alm ibu ada pasti aq gak akan seperti anak yang sebatang kara..!!!” jawaban Ibu angkatku sambil tersenyum dan mengusap air mataku yang mengalir…”pasti yang lahir bukan kamu, dan atau kamu yang gak akan lahir didunia ini”. Dan sayapun tersenyum, tangis sayapun reda…., dari mulai saya dilahirkan sampai saat ayah meninggal di usiaku 9th, belum sama sekali aq merasakan dalam pelukan ayah dan memanggilnya sebagai ayah.…kehidupan saya selalu seperti seorang anak yang tidak di hiraukan oleh orang tuanya...
        Kata ibuku sekarang sebenarnya ayah dulu sangatlah sederhanaan. dan yang kata yang di pegangnya adalah “Hidup didunia sementara…jangan difoya-foyakan, jangan gengsi, jangan suka sombong, rendah hatilah selalu pada sesamanya…jangan pernah meninggalkan sholatmu…karena hidupmu tak akan berguna dan tak akan punya arah, jika kau tinggalkan sholatmu…

 ....…Dan saat usia tepat masuk 9th saya masih bersekolah dan tinggal di lain kota dengan ayah, dan saat malam, Ibu berkata padaku memberikan kabar…. “Ayahmu telah meninggalkan”… saat itu aq merasakan semua mulai gelap dan lemah, walau saat itu aq masih marah dan membenci ayahku tetapi ntah kenapa aku dapat menangis sedemikian kuat hanya untuk orang yang ntah tidak masih mempedulikan aku.….
Tetapi saat ini dengan kondisiku begini aku baru merasakan kalau aku benar dan sangat menyayangimu dan mencintaimu, semoga yang simple ini bermanfaat.

Leave a Reply

Hanya orang bijak yang selalu memberi kritikan dan saran pada setiap yang di tunjukan orang lain padanya?

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Aku ragu. Lalu aku diam. Aku iseng mulai mencoba mencariMu lagi. Kututup mataku,kuhirup dalam-dalam nafasku, lalu kuhembuskan. kemudian semua menjadi hening, akan terus seperti ini, sampai benar aku merasa hidup

Diberdayakan oleh Blogger.

Friend bLog

- Copyright © 2013 Sebuah Nama, Tanpa Cerita - Ferdi ferdian - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Redesigned by Ferdi ferdian -